Spesialis Service AC Semarang - Bangun Citra Teknisi
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Cara Menghitung Kapasitas AC Ruang


Tips menghitung kapasitas AC 

Bagi Anda yang berprofesi sebagai teknisi tata udara pasti menghitung kapasitas AC ruangan agar sesuai kebutuhan tentu akan sangat mudah. Namun bagi teman-teman yang awam dalam hal pendingin ruangan akan sedikit kesulitan. Terlebih jika Anda baru pertama ingin menggunakan AC.
Dalam pikiran teman-teman pasti akan bertanya-tanya sebaiknya saya menggunakan AC yang berapa PK untuk ruangan seperti ini ? dan saya harus menggunakan AC type apa ya ?
Dalam artikel kali ini kami Bangun Citra Teknisi akan membahas tentang cara menghitung kapasitas AC ruangan, agar nantinya Anda tidak salah memilih ukuran AC yang sesuai dengan kebutuhan. Karena jika sampai itu terjadi, misalnya ukuran AC terlalu kecil, maka ruangan tidak bisa dingin maximal. Begitu sebaliknya, jika ukuran AC terlalu besar maka ruangan tentu akan dingin, namun tentu tagihan listrik kita akan sedikit lebih boros. Tentu hal tersebut akan terasa menjengkelkan dan sedikit kecewa.
Menghitung kapasitas AC ruangan agar sesuai dengan kebutuhan bisa dengan menggunakan rumus, yaitu :
( L x W x H x I x E ) / 60 = Kebutuhan BTU
L = Panjang Ruangan (Dalam Feet)
W = Lebar Ruangan (Dalam Feet)
H = Tinggi Ruangan (Dalam Feet)
I = Nilai 10 jika ruangan berinsulasi (berada di lantai bawah atau terhimpit dengan ruangan lain). Nilai 18 jika ruangan tidak berinsulasi (di lattai atas)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap ke utara.
Nilai 17 jika menghadap ke timur.
Nilai 18 jika menghadap ke selatan.
Nilai 20 jika menghadap ke barat.
(1 meter = 3,28 Feet)
Contoh cara menghitung kapasitas AC ruangan dengan rumus diatas.
Ruangan berukuran P x L x T ( 5m x 5m x 4m) atau (16kaki x 16kaki x 13kaki), berinsulasi (lantai bawah), dinding terpanjang menghadap ke utara, maka kebutuhan BTU = (16 x 16 x 13 x 10 x 16) / 60 = 8.874 BTU alias cukup menggunakan AC 1 PK.
Ukuran AC berdasarkan BTU / PK
AC 1/2 PK = ± 5.000 BTU/h
AC 3/4 PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1 1/2 PK = ± 12.000 BTU/h
AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h
Sampai disini apakah sudah bisa dipahami ? atau masih ada yang bingung apa itu BTU/h.
BTU/h (British Thermal Unit) adalah satuan energi yang digunakan di Amerika Serikat, biasanya di definisikan per jam kemudian disingkat jadi BTU/h. Pada AC BTU menyatakan kemampuan untuk mendinginkan ruangan dengan luas dan kondisi tertentu selama 1 jam.
Biasanya orang awam untuk menghitung kapasitas AC ruangan dengan menggunakan satuan PK.
PK tersebut merupakan kepanjangan dari Paardekrach dari bahasa belanda artinya tenaga kuda, atau dalam bahasa inggris Horse Power (HP).
Kesimpulan
Menghitung kapasitas AC agar sesuai dengan kebutuhan memang gampang-gampang susah, jadi teman-teman harus teliti betul sebelum memutus untuk membeli AC. Jangan sampai ada kekecewaan setelah teman-teman membeli / memasang AC, karena biasanya AC yang sudah teman-teman terlanjur beli dan dipasang tidak dapat dikembalikan lagi ke toko. Dan bila bisa ditukar pasti akan ada biaya tambahan lagi.
Sekian dulu artikel cara menghitung kapasitas AC ruangan dari saya, semoga dapat membantu teman-teman yang mencari informasi ini. Dan jika teman-teman kesulitan dalam menghitungnya, jangan sungkan hubungi kami, melalui halaman kontak.terima kasih.

Tanda AC Butuh Perbaikan

Service AC Semarang Service Kulkas Semarang

Tanda Tanda AC Buth Perbaikan

Apakah AC di rumah atau kantor Anda terasa tidak nyaman dan panas? Ini bisa menjadi salah satu tanda AC butuh perbaikan. Banyak orang yang memasang AC kemudian hanya menggunakan AC tersebut tanpa memperhatikan perawatan yang dibutuhkan. Karena itu sangat penting untuk menggunakan jasa bongkar pasang AC yang bisa dipercaya. Pada dasarnya kinerja mesin AC memang membutuhkan perhatian oleh ahli AC. Selama ini jika AC tidak nyaman maka pemilik AC justru hanya membersihkan AC dengan vakum. Setelah itu mungkin AC Anda akan mengeluarkan suhu yang lebih dingin. Tapi apakah ini bisa bertahan lama dan akhirnya AC Anda bekerja seperti biasa.
Jika Anda perhatikan maka kondisi itu hanya berlangsung sesaat. AC Anda akan terasa nyaman hanya karena  bersih dan kipas out door sudah bersih dari debu. Tapi itu bukan jaminan bahwa AC Anda akan kembali bekerja seperti baru. Tentu saja sekarang adalah saatnya melakukan bongkar pasang ac yang ditandai dengan beberapa hal, seperti dibawah ini:
1.    Mengeluarkan udara hangat
Tanda pertama yang paling sering terjadi ketika AC bermasalah adalah udara yang keluar dari AC justru lebih hangat. Anda mungkin sudah mengatur suhu AC hingga 18 derajat Celcius tapi tidak ada udara dingin yang keluar. Biasanya AC yang baik akan membuat suhu dingin di sekitar ruangan. Termasuk jika Anda membuka sedikit pintu maka udara dingin masih akan menyebar dengan cepat. Anda mungkin sudah menunggu udara ruangan menjadi dingin tapi tidak keluar sama sekali.
2.    Air dari pipa out door sangat sedikit
Jika Anda memasang AC maka biasanya ada selang atau pipa yang terhubung antara unit dalam dan luar. Kemudian selang kecil akan terhubung dari out door yang berfungsi untuk mengeluarkan air pengeluaran dari AC. Tapi jika AC rusak atau tidak bekerja maksimal maka air yang keluar akan sangat sedikit. Ini bisa menjadi tanda bahwa bagian kompresor AC bermasalah atau tidak bekerja dengan benar. Bahkan kemungkinan air yang menjadi bahan beku di pipa atau saluran out door juga tidak keluar. Akibatnya bisa merusak AC jika tidak segera diperbaiki.
3.    Termostat AC tidak berfungsi
Pengatur suhu AC memang cara yang membuat kita bisa mengatur AC agar bisa mengeluarkan suhu tertentu sesuai keinginan. Tapi ini juga bisa menjadi indikator bahwa AC sudah rusak atau bekerja tidakn normal. Tanda awal yang paling sering terjadi adalah bahwa tiba-tiba suhu dari termostat tidak keluar atau AC Anda mati secara mendadak. Kemudian suhu panas akan keluar dari AC dalam ruangan. Beberapa saat kemudian AC Anda bisa bekerja ketika bagian kipas outdoor sudah bekerja kembali. Lalu masalah ini akan berulang dan akhirnya AC Anda rusak.
4.    Unit dalam AC mengeluarkan suara keras
Bagian out door AC biasanya adalah bagian yang mengeluarkan suara lebih keras. Hal ini terjadi karena ada kipas yang terus menerus bekerja untuk mengatur sistem suhu pada unit dalam. Tapi jika bagian unit dalam yang mengeluarkan suara yang keras maka itu bisa menjadi pertanda AC Anda butuh perawatan. Beberapa penyebab unit dalam AC mengeluarkan suara yang keras termasuk seperti ada salah satu sabuk yang lepas dari unit. Ini termasuk salah satu kerusakan yang rumit sehingga sebaiknya Anda memangil ahli perbaikan AC.
5.    AC mengeluarkan bau aneh dan udara lembab
AC yang mendapatkan perawatan rutin dan tidak memang berbeda. Ketika AC sudah tidak berfungsi dengan baik maka biasanya akan mengeluarkan bau yang lembab. Jika sudah sangat parah maka bisa mengeluarkan bau seperti pakaian basah yang sudah berhari-hari disimpan. Ini bisa menjadi tanda bahwa kawat pada kumparan isolasi AC sudah terbakar habis. Kemudia bau apek yang keluar dari unit dalam menjadi tanda bahwa ada saluran yang tersumbat. Jika ini tidak segera diperbaiki maka Anda bisa sakit karena menghirup bakteri dari udara yang keluar dari AC.
6.    Kebocoran air dari unit AC dalam
Biasanya bagian yang mengeluarkan air adalah unit out door dan ini memang sangat normal. Tapi jika bagian dalam mengeluarkan air maka bisa menjadi tanda bahwa AC Anda sudah rusak. Air akan keluar dari unit dalam karena memang sudah bocor. Jika bagian yang bocor adalah pada komponen refrigeran  AC maka ini kondisi yang sangat berbahaya untuk kesehatan. Hal ini juga berhubungan dengan adanya bagian kondensator AC yang tersumbat atau rusak. Akibatnya jamur bisa terus menumpuk pada bagian ini dan menginfeksi saluran pernafasan melalui paru-paru.
7.    Biaya listrik naik secara tiba-tiba
Tanda lain jika AC memang sudah rusak dan membutuhkan perbaikan adalah ketika tagihan listrik Anda naik. Anda juga bisa merasa bahwa pemakaian AC tidak sebanding dengan tagihan listrik. Terlebih jika AC Anda model hemat energi yang artinya  bahwa tagihan listrik Anda seharusnya tidak terlalu banyak. Kondisi kenaikan pemakaian daya listrik pada AC bisa disebabkan karena ada kebocoran pada saluran pipa AC, ada kebocoran freon, saklar termostat yang rusak dan faktor lain. Dan tentu saja ini adalah waktu yang tepat untuk merawat AC.
8.    Freon AC bocor
Tanda lain yang sangat jelas ketika AC rusak adalah adanya freon yang bocor. Ini adalah masalah yang sangat serius karena freon adalah zat yang berbahaya dan mengandung racun. Freon yang bocor bisa disebabkan karena bagian kondensasi AC rusak atau tersumbat. Anda bisa melihat apakah freon bocor atau tidak adalah jika tiba-tiba unit mesin AC Anda mengeluarkan air baik untuk unit dalam atau luar. Dan ini bisa menjadi hal yang sangat berbahaya karena zat freon bisa masuk ke saluran pernafasan.
Jadi inilah semua tanda – tanda bahwa AC Anda membutuhkan perbaikan dan perawatan rutin. Jangan sampai menunda perawatan AC karena dampaknya bisa berbahaya untuk tubuh dan kesehatan keluarga Anda

Bangun Citra Teknisi

Service AC Semarang

Service Kulkas Semarang

Serba-Serbi Tentang AC

AC murah di Semarang